KULIAH LAPANGAN ARSITEKTUR – DUBAI (INTRODUCTION)


Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa mahasiswa Gunadarma khususnya jurusan arsitektur pada setiap tahunnya selalu mengadakan studi ekskursi besar atau yang Kuliah Lapangan Arsitektur (KLA), yang destinasi nya yaitu luar negeri. Dan pada tahun 2017 ini, mahasiswa Arsitektur Gunadarma angkatan 2014 memiliki 2 destinasi yaitu Hongkong – Shenzen – Macau (Hosema) dan Bangkok – Dubai. Saya disini menjadi bagian dari mahasiswa yang berangkat KLA dengan destinasi Bangkok – Dubai. 
Dalam setiap perjalanan di Dubai, saya menemukan beberapa hal mulai dari arsitektural sampai dengan sistem transportasi yang cukup berbeda dengan negara Indonesia. Hal pertama uniknya Dubai, di Dubai dibuat pembagian menjadi dua daerah, yaitu Modern Dubai dan Old Dubai, yang perbandingan sangat terlihat jelas. Modern Dubai, adalah daerah pusat kota yang teridiri dari bangunan-bangunan highrise yang futuristik. Sedangkan Old Dubai adalah daerah yang mempertahankan budaya asli Dubai, bangunan-bangunan yang tersedia pun bangunan-bangunan khas timur tengah dan hanya lowrise building. Diantara Modern Dubai dan Old Dubai terdapat sebuah kanal buatan yang memisahkan Modern Dubai dengan Old Dubai yang disebut Dubai Water Canal. Tidak jauh dari Dubai Water Canal, terdapat sebuah Tower yang bentuk nya menyerupai pigura foto yang dinamakan The Frame Tower. Tower tersebut selain sebagai pembatas antara kedua daerah, juga sebagai penampakan visual yang nyata dari kedua sisi nya. Jika kita sedang berada di Old Dubai, kita akan melihat pemandangan Modern Dubai yang seolah ditampilkan di dalam sebuah bingkai. Begitu pun sebaliknya, jika kita sedang berada di Modern Dubai kita akan melihat tampilan Old Dubai di dalam sebuah bingkai. Hal tersebut bisa menjadi sebuah cerminan bagi kedua daerah Dubai untuk terus maju tanpa melupakan masa lalu atau budaya asli mereka, bahkan mengembangkannya dengan belajar dari masa lalu tersebut.
Hal lain yang tidak kalah menarik adalah dari sistem transportasi darat di Dubai, khususnya jalan tol. Di Indonesia, kendaraan yang melalui jalan tol harus melewati gerbang tol dan harus melaksanakan proses pembayaran untuk bisa menggunakan jalan tol tersebut, sehingga jika kendaraan sedang padat, hal tersebut bisa menyebabkan kemacetan lalu lintas. Sedangkan di Dubai, tersedia gerbang yang secara otomatis men-scan semacam chip yang terdapat di setiap kendaraan yang berfungsi sebagai kartu tol. Chip tersebut dapat diisi ulang menggunkan top-up. Sehingga tidak terjadi proses transaksi pembayaran antara si pemilik kendaraan dengan si petugas tol, yang menyebabkan transportasi lalu lintas Dubai menjadi lancar, walaupun kendaraan sedang padat. Sistem transportasi tol tersebut di Dubai dikenal dengan nama sistem Salik.
Di Dubai terdapat sarana transportasi massal berupa kereta listrik otomatis yang bisa bergerak tanpa masinis. Kereta tersebut dinamakan Dubai Metro, dengan sistem Rapid Transit. Dengan Rapid Transit, perjalanan dapat menjadi lebih cepat, nyaman, aman dan tepat waktu dari infrastruktur, kendaraan dan jadwal. Untuk biaya Dubai Metro juga cukup terjangkau, yaitu seharga 6 dirham UAE per stasiun.
Untuk suasana lingkungan Dubai terbilang cukup extreme, karena intensitas curah hujan di Dubai terbilang rendah. Bahkan pemandangan langit Dubai terlihat sangat sepi dari awan-awan, namun dari segi keindahan hal tersebut bisa menjadi sisi positifnya karena langit Dubai benar-benar biru tanpa ada polusi apapun, sehingga penghawaan juga cukup nyaman. Sisi negatifnya, panas terik dari matahari benar-benar menyengat karena cahaya matahari benar-benar langsung sampai pada kulit, sehingga bisa membuat kulit terbakar. Untuk vegetasi, di Dubai tidak benar-benar ada pohon yang bisa membuat teduh. Jenis pepohonan yang tersedia di Dubai hanya jenis-jenis palm saja. Serta tanah yang hanya terdiri dari pasir saja benar-benar membuat kondisi outdoor Dubai menjadi sangat panas.

Kesimpulan
Dengan kondisi lingkungan terbilang extreme, Dubai mampu menunjukkan kepada dunia bahwa Dubai bisa maju dan dapat menciptakan berbagai macam hal yang membuat nya terus menjadi negara futuristik, khususnya di bidang arsitektur. Dapat menciptakan bangunan skyscrapper yang sampai saat ini masih menjadi bangunan yang tertinggi di dunia serta dapat menciptakan pulau reklamasi terbesar di dunia merupakan bukti keahlian Dubai dibidang arsitektur.

Komentar

Postingan Populer